Evaluasi penerapan standar GRI 413 dalam laporan keberlanjutan perusahaan pertambangan batubara di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54957/jurnalku.v5i2.1527Kata Kunci:
Coal Mining, Content Analysis, GRI 413, Social Responsibility, Sustainability ReportAbstrak
Laporan keberlanjutan memiliki dampak positif terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Otoritas Jasa Keuangan OJK melalui Peraturan Nomor 51/POJK.03/2017 mewajibkan perusahaan publik menyusun laporan keberlanjutan. Sektor pertambangan batubara masih menunjukkan dampak negatif lingkungan jangka panjang. Penelitian ini menganalisis penerapan Standar GRI 413 dalam laporan keberlanjutan perusahaan batubara. Sampel mencakup 24 laporan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Mei 2024. Metode analisis konten kualitatif digunakan untuk menilai tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan variasi kepatuhan terhadap standar GRI 413-1 dan GRI 413-2. Temuan juga mengungkap bahwa beberapa perusahaan tidak menyediakan laporan. Secara teoretis temuan ini memperluas literatur mengenai penerapan standar topik spesifik GRI pada sektor industri berisiko tinggi di Indonesia. Secara praktis bukti empiris yang diperoleh dapat menjadi rujukan bagi regulator dan pelaku industri dalam merancang kebijakan pelaporan keberlanjutan yang lebih efektif serta selaras dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Referensi
Amalia, R., Kharisma, A. N., & Firmansyah, A. (2024). Pengungkapan aspek sosial sesuai standar GRI 400 versus kepercayaan pemangku kepentingan. Akuntansiku, 3(3), 145–156. https://doi.org/10.54957/akuntansiku.v3i3.672
Badruzzuhad, M. T., Fadhillah, R. A., & Firmansyah, A. (2023). Perkembangan kebijakan keberlanjutan di dunia: pendekatan scoping review. Journal of Law, Administration, and Social Science, 3(2), 207–219. https://doi.org/10.54957/jolas.v3i2.551
Breakey, H., Wood, G., & Sampford, C. (2025). Understanding and defining the social license to operate: Social acceptance, local values, overall moral legitimacy, and ‘moral authority.’ Resources Policy, 102, 105488. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2025.105488
Chaerani, E. Y., Juliyanto, D., & Firmansyah, A. (2024). Evaluasi laporan keberlanjutan sektor perbankan atas Standar Global Reporting Initiative (GRI) 200. Journal of Law, Administration, and Social Science, 4(2), 305–316. https://doi.org/10.54957/jolas.v4i2.740
Deegan, C. M. (2019). Legitimacy theory: Despite its enduring popularity and contribution, time is right for a necessary makeover. Accounting, Auditing and Accountability Journal, 32(8), 2307–2329. https://doi.org/10.1108/AAAJ-08-2018-3638
Global Reporting Initiative. (2025). Consolidated set of the GRI Standards 2021. https://www.globalreporting.org//how-to-use-the-gri-standards/resource-center/?g=e763168f-1609-49b4-bc58-efbbfcc10526&id=12024
Gnes, D., & Vermeulen, F. (2018). Legitimacy as the basis for organizational development of voluntary organizations. In Handbook of Community Movements and Local Organizations in the 21st Century (pp. 189–209). https://dare.uva.nl/search?identifier=e88fa182-0245-4f9f-bc40-49d5271e2a0a
Guthrie, J., Cuganesan, S., & Leanne, W. (2007). Legitimacy theory: A story of reporting social and environmental matters within the Australian food and beverage industry. The Fifth Asia Pacific Interdisciplinary Research in Accounting Conference, 1–35. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1360518
Gutterman, A. S. (2024). Sustainability reporting frameworks, standards, instruments, and regulations. In SSRN Electronic Journal. https://papers.ssrn.com/abstract=3809288
Haggarty, L. (1996). What is content analysis? Medical Teacher, 18(2), 99–101. https://doi.org/10.3109/01421599609034141
Hamm, J. A., Wolfe, S. E., Cavanagh, C., & Lee, S. (2022). (Re)organizing legitimacy theory. Legal and Criminological Psychology, 27(2), 129–146. https://doi.org/10.1111/lcrp.12199
Limarwati, D., Alfiyani, Y. S. R., & Firmansyah, A. (2024). Laporan keberlanjutan: manfaat dan perkembangan standar. Jurnalku, 4(1), 101–112. https://doi.org/10.54957/jurnalku.v4i1.635
Mihai, C.-L. (2023). The impact of sustainable reporting on the financial performance of energy and gas companies listed on the Bucharest Stock Exchange. An empirical approach. Management of Sustainable Development, 15(1), 26–31. https://doi.org/10.54989/msd-2023-0004
Mousa, G. A., & Hassan, N. (2015). Legitimacy theory and environmental practices: short notes. International Journal of Business and Statistical Analysis, 2(1), 41–53. https://doi.org/10.12785/ijbsa/020104
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik. https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/peraturan-ojk/Documents/Pages/POJK-Penerapan-Keuangan-Berkelanjutan-bagi-Lembaga-Jasa-Keuangan,-Emiten,-dan-Perusahaan-Publik/SAL POJK 51 - keuangan berkelanjutan.pdf
Ozili, P. (2021). Sustainability accounting. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3803384
PWC Indonesia. (2023). The most recent state and future directions of sustainability reporting Indonesia. https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2023/english/the-most-recent-state-and-future-directions-of-sustainability-reporting-indonesia.html
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9508080331
Sukiswo, H. W., Suhartini, D., & Nainggolan, L. E. (2025). Analysis of GRI performance indicators in Indonesian company. Jambura Economic Education Journal, 7(2), 598–621. https://doi.org/10.37479/jeej.v7i2.28395
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Moch Rifqi Rizal , Amrie Firmansyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








