Gambaran peresepan obat antiepilepsi pada pasien rawat jalan di poli anak RS X periode Mei – Juli 2023
DOI:
https://doi.org/10.54957/ijhs.v4i6.1162Kata Kunci:
Obat antiepilepsi, Pasien anak, Rawat jalanAbstrak
Epilepsi merupakan salah satu kelainan neurologis kronis yang banyak terjadi pada anak. Prevalensi kasus epilepsi paling tinggi terjadi pada anak. Di Indonesia, setidaknya terdapat 700.000–1.400.000 kasus epilepsi, dengan 70.000 kasus baru muncul setiap tahun, dan 40%–50% di antaranya terjadi pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antiepilepsi yang banyak diresepkan pada pasien anak berdasarkan jenis kelamin, umur, dosis penggunaan obat antiepilepsi, dan jenis obat antiepilepsi yang digunakan pada pasien rawat jalan di poli anak RS X pada periode Mei–Juli 2023. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data pasien rawat jalan, dan sampel yang diperoleh adalah 153 resep. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas pasien adalah laki-laki dengan jumlah 89 resep (58,17%). Berdasarkan kategori umur, pasien epilepsi terbanyak berada di rentang usia 0–5 tahun dengan jumlah 77 resep (50,32%). Pada penggunaan dosis obat antiepilepsi yang diresepkan oleh dokter, semua sampel (153 resep atau 100%) sudah tepat dosis. Berdasarkan jenis obat antiepilepsi tunggal yang paling banyak diresepkan, yaitu asam valproat sirup sebanyak 90 resep (58,82%), sedangkan obat antiepilepsi kombinasi yang paling banyak diresepkan adalah asam valproat sirup dengan kapsul fenitoin sebanyak 5 resep (3,28%).
Referensi
Benini, R., Asir, N., Yasin, A., Mohamedzain, A. M., Hadid, F., Vasudeva, D. M., Saeed, A., Zamel, K., Kayyali, H., & Elestwani, S. (2022). Landscape of childhood epilepsies – A multi-ethnic population-based study. Epilepsy Research, 183(January), 106936. https://doi.org/10.1016/j.eplepsyres.2022.106936
Chintia, N. P., Wijayanti, I. A. S., & Mahalini, D. S. (2020). Hubungan Terapi Obat Antiepilepsi Terhadap Fungsi Kognitif Pada Pasien Epilepsi Anak Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Periode Maret 2016-November 2016. Jurnal Medika Udayana, VOL.9(7), 64–69.
Dragoumi, P., Tzetzi, O., Vargiami, E., Pavlou, E., Krikonis, K., Kontopoulos, E., & Zafeiriou, D. I. (2013). Clinical course and seizure outcome of idiopathic childhood epilepsy: Determinants of early and long-term prognosis. BMC Neurology, 13, 1–12. https://doi.org/10.1186/1471-2377-13-206
Ekaputri Hz, T. W., Larassati, L., Verbty, N. A., & Kusdyah, E. (2020). Karakteristik Pasien Epilepsi Di Rumah Sakit Kota Jambi Periode Januari Sampai Desember 2018. Jurnal Medika Malahayati, 4(2), 112–119. https://doi.org/10.33024/jmm.v4i2.2759
England, M. J., Liverman, C. T., Schultz, A. M., & Strawbridge, L. M. (2012). Epilepsy across the spectrum: Promoting health and understanding. A summary of the Institute of Medicine report. Epilepsy and Behavior, 25(2), 266–276. https://doi.org/10.1016/j.yebeh.2012.06.016
Ghodke-Puranik, Y., Thorn, C. F., Lamba, J. K., Leeder, J. S., Song, W., Birnbaum, A. K., Altman, R. B., & Klein, T. E. (2013). Valproic acid pathway: Pharmacokinetics and pharmacodynamics. Pharmacogenetics and Genomics, 23(4), 236–241. https://doi.org/10.1097/FPC.0b013e32835ea0b2
Herzog, A. G. (2009). Hormonal Therapies: Progesterone. Neurotherapeutics, 6(2), 383–391. https://doi.org/10.1016/j.nurt.2009.01.009
Kemetrian Kesehatan RI. Modul Penggunaan Obat Rasional. Kemenkes RI. (2011).
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/367/2017. (2017). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Epilepsi Pada Anak.
Kusumastuti, K., Gunadharma, S., & Kustiowati, E. (2019). Pedoman Tatalaksana Epilepsi Kelompok Studi Epilepsi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI (6th ed.).
Nasution, G. T. D., Sobana, S. A., & Lubis, L. (2020). Karakteristik Anak Epilepsi Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cileunyi Bandung tahun 2018. Bali Anatomy Journal, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.36675/baj.v3i1.36
Nugraha, B., Rahimah, S. B., & Nurimaba, N. (2021). Gambaran Karakteristik Pasien Epilepsi di Rumah Sakit Al-Ihsan Tahun 2018-2019. Prosiding Pedidikan Kedokteran, Vol 7, No, 482–489.
Singh, R., Douglass, L. M., O’Shea, T. M., Stafstrom, C. E., Allred, E. N., Engelke, S., Shah, B., Leviton, A., Hereen, T. C., & Kuban, K. C. K. (2019). Antecedents of epilepsy and seizures among children born at extremely low gestational age. Journal of Perinatology, 39(6), 774–783. https://doi.org/10.1038/s41372-019-0355-4
Tedyanto, E. H., Chandra, L., & Adam, O. M. (2020). Gambaran Penggunaan Obat Anti Epilepsi (OAE) pada Penderita Epilepsi Berdasarkan Tipe Kejang di Poli Saraf Rumkital DR. Ramelan Surabaya. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 9(1), 77. https://doi.org/10.30742/jikw.v9i1.748
Wahyuni, A., Shafira, K., Lavly, N., A, S. P., & Vivia, Y. (2023). Penanganan Epilepsi dan Efek Samping Bagi Penderitanya. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 9067–9084.
Wanleenuwat, P., Suntharampillai, N., & Iwanowski, P. (2020). Antibiotic-induced epileptic seizures: mechanisms of action and clinical considerations. Seizure, 81(May), 167–174. https://doi.org/10.1016/j.seizure.2020.08.012
Wijaya, J. S., Saing, J. H., & Destariani, C. P. (2020). Politerapi Anti-Epilepsi pada Penderita Epilepsi Anak. Cdk-284, 47(3), 191–194. http://103.13.36.125/index.php/CDK/article/view/370
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Devi Maulina, Gita Suci Ariyanti, Milda Rianty Lakoan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









